"SELAMATKAN 48,3 JUTA JIWA": KODAERAL X DUKUNG PENUH GERAKAN ANAK BERSIH NARKOTIKA DI PAPUA* - WARTA KOTA

Kamis, 23 Juli 2026

"SELAMATKAN 48,3 JUTA JIWA": KODAERAL X DUKUNG PENUH GERAKAN ANAK BERSIH NARKOTIKA DI PAPUA*

  

*TNI AL-Kodaeral X, Jayapura, 23/07/2026* – Asintel Dankodaeral X Kolonel Marinir James Munthe, M.Tr.Hanla., M.M. mewakili Komandan Kodaeral X Jayapura Mayjen TNI (Mar) Sugianto, S.Sos., M.M., M.Tr.Opsla mengikuti Rapat Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Tahun 2026 di Ruang Rapat Kantor BNN Provinsi Papua, Jl. Diponegoro No. 63, Kel. Gurabesi, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Kamis 23/07/2026.

Rapat yang dikoordinir oleh Kepala BNN Provinsi Papua Brigjen Pol Anang Triwidiandoko, S.I.K. ini juga dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Papua, Wakapolda Provinsi Papua, Wakil Walikota Jayapura, Pamen Ahli Bidang Hukum Humaniter Kodam XVII/Cenderawasih, Danpom XVII/Cenderawasih, Dansatpom Lanud Silas Papare, Pj. Sekda Provinsi Papua, Plt. Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekda Provinsi Papua, Staf Ahli Gubernur Papua, Staf Ahli Kabinda Papua, Ketua DPRP Papua, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Jayapura, dan Kejari Provinsi Papua.

Dalam sambutannya melalui Vicon, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Dr. H.C. Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. menegaskan pemberantasan narkotika harus dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir. 

"Pemberantasan narkotika yang berkelanjutan tidak hanya memutus mata rantai kejahatan, tetapi juga harus menghadirkan pilihan penghidupan yang layak bagi masyarakat. Karena itu, keberhasilan program P4GN tidak cukup diukur dari luas lahan tanaman ilegal yang dimusnahkan," ujarnya.

"Pencegahan adalah prioritas utama. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Masyarakat didorong agar mampu beralih secara mandiri dari tanaman ilegal menuju tanaman legal yang produktif dan menyejahterakan," lanjutnya.

BNN mencatat pada periode Oktober 2024–Juni 2025 telah menyita aset hasil TPPU terkait narkotika senilai lebih dari Rp165 miliar. Sementara barang bukti narkotika yang diamankan mencapai lebih dari 12,3 ton. Pengungkapan tersebut memiliki nilai ekonomi lebih dari Rp16,5 triliun dan berpotensi mencegah penyalahgunaan serta menyelamatkan lebih dari 48,3 juta jiwa.

"Setiap kilogram narkotika yang disita berarti keluarga dan generasi yang terselamatkan dari bahaya narkotika," tegasnya.

Dalam momentum HANI 2026, BNN juga mencanangkan _Gerakan Anak Bersih Narkotika_ sebagai aksi nasional mewujudkan generasi anak Indonesia yang sehat, cerdas, kuat, berkarakter, memiliki daya tangkal, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, sambutan Presiden RI yang dibacakan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI Purn. Djamari Chaniago menyoroti ancaman narkotika yang masih memprihatinkan. Berdasarkan Survei Nasional BNN dan BPS, prevalensi penyalahgunaan narkotika berada di angka 1,99 persen pada 2008, naik menjadi 2,23 persen pada 2011, dan 2,18 persen pada 2014.

Kehadiran TNI AL melalui Kodaeral X dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen mendukung program P4GN di wilayah Papua. Sinergi antara TNI, Polri, BNN, dan seluruh stakeholder diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan, pemberantasan, dan pemulihan dari bahaya narkotika.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda